jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeberkan terkait munculnya virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut sebagai super flu yang sudah terditeksi masuk Indonesia.
Budi Gunadi Sadikin memastikan super flu berbeda dengan COVID-19 yang dahulu kala mewabah dan menjadi pandemi di dalam negeri, sehngga ditetapkan sebagai bencana nasional.
Budi memastikan virus super flu tidak tidak mematikan seperti saat COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).
"Jadi enggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," kata Budi dikutip Senin (5/1).
Budi menjelaskan, super flu ini sangat miip seperti flu pada umumnya. Sebab, orang yang terkena flu suatu saat akan mengalami sakit seperti itu lagi di kemudian hari.
Dia menyebutkan setiap musim dingin, kasus akibat virus super flu itu selalu naik di negara empat musim, namun di negara seperti Indonesia tidak terlalu tinggi kenaikannya.
"Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan," katanya.
Meski tidak seberbahaya COVID-19, dia mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan imunitas dengan istirahat yang cukup, berolahraga yang rutin.






















































