jpnn.com, KUDUS - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengajak untuk mewujudkan ruang aman bagi seluruh warga negara, termasuk di lingkungan kampus, dengan berbagai langkah bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait sistem pencegahan dan penanggulangan kekerasan di tanah air.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Bimbingan Teknis terkait Sosialisasi Permendikbudristek Nomor 55/2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Universitas Muhammadiyah Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (27/11).

"Sosialisasi Permendikbudristek Nomor 55/2024 ini bersamaan dengan Kampanye 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan yang dimulai setiap 25 November. Dua momentum gerakan antikekerasan ini harus mampu disinergikan untuk menghadirkan ruang aman bagi setiap warga negara," kata Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Kamis (27/11).
Anggota Komisi X DPR itu menyampaikan setiap tahun mulai 25 November diselenggarakan 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) atau 16 Days of Activism Against Gender Violence yang digagas Women's Global Leadership Institute sejak 1991.
Tujuan kampanye berskala internasional ini untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.
"Kampanye 16 HAKTP memberikan roh, semangat, dan kesadaran kolektif untuk melahirkan sikap antikekerasan di masyarakat," kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat.
Sementara itu, kata Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, sosialisasi PPKPT ini memberikan pemahaman terkait kerangka kerja, regulasi, dan langkah-langkah operasional untuk mewujudkan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan.






















































