jpnn.com, GORONTALO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga Kabupaten Gorontalo yang tinggal di dekat bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir bandang.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Gorontalo Taha Buheli, di Gorontalo, Senin, mengatakan dalam satu pekan terakhir sebagian besar wilayah itu sering diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan menyebabkan banjir bandang.
"Sejak 30 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026, kami mencatat telah terjadi luapan air sungai akibat curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan beberapa tanggul jebol," ucap Taha.
Tingginya debit air yang datang dengan arus yang cukup deras disinyalir menjadi faktor penyebab jebolnya tanggul di beberapa ruas sungai, sehingga aliran air masuk dan menggenangi permukiman warga.
Bahkan, beberapa hari lalu sejumlah warga yang rumahnya dekat dengan bantaran sungai sempat terjebak banjir, sehingga harus dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Menurut catatan BPBD Kabupaten Gorontalo, saat ini ada sebanyak 1.053 kepala keluarga yang terdiri dari 3.848 jiwa yang terdampak bencana banjir.
Adapun wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Gorontalo, yakni Kecamatan Limboto Barat, Tibawa, Pulubala, Bilato, Tolangohula, Mootilango, Boliyohuto, dan Telaga.
Meskipun banjir bandang tidak menimbulkan kerusakan parah pada rumah-rumah warga di wilayah tersebut, kata dia, beberapa infrastruktur utama seperti jembatan dan jalan menjadi rusak, bahkan ada yang sempat memutus akses transportasi.






















































