banten.jpnn.com, SERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan saat musim kemarau.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang Efrizal mengatakan dampak musim kemarau berpengaruh terhadap lingkungan terutama kondisi udara serta ketersediaan air.
"Musim kemarau yang pertama perlu diperhatikan itu seperti debu akibat udara lebih kering dengan kondisi panas serta berkurangnya ketersediaan air bersih dapat memicu gangguan kesehatan," ucap Efrizal, Senin (3/8).
Dia membeberkan jenis penyakit yang sering menyerang saat musim kemarau berhubungan dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
"Biasanya penyakit yang sering dikeluhkan masyarakat ketika memasuki musim kemarau batuk pilek (bapil), itu penyebabnya dari sisi udara," ujarnya.
Selain pengaruh udara yang kurang baik, kata Efrizal, ketersediaan air bersih turut mempengaruhi kesehatan masyarakat saat musim kemarau.
"Melihat ketersediaan air, tidak semua masyarakat memiliki sumber yang baik maupun layak untuk dikonsumsi," kata dia.
"Jika tetap dikonsumsi dapat mengganggu kesehatan terutama penyakit yang paling sering itu diare," sambungnya.














































.jpeg)




