Waspada Hantavirus, Mengenal Kelompok Rentan dan Ancaman di Balik Keberadaan Tikus

23 hours ago 18

Kamis, 14 Mei 2026 – 20:19 WIB

Waspada Hantavirus, Mengenal Kelompok Rentan dan Ancaman di Balik Keberadaan Tikus - JPNN.com Jogja

Petani meruapakan salah satu kelompok orang yang rentang terkena Hantavirus. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Ancaman penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia kembali menjadi sorotan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito dokter Alindina Anjani memperingatkan masyarakat mengenai risiko infeksi Hantavirus, sebuah virus RNA yang hidup pada hewan pengerat dan dapat berakibat fatal bagi manusia.

Dalam sebuah diskusi daring yang digelar Pusat Studi Kedokteran Tropis FK-KMK UGM bertajuk "Hantavirus: Ancaman Lama yang Kembali Mencuri Perhatian Dunia" pada Rabu (13/5), dr. Alindina menekankan bahwa kunci penularan virus ini adalah interaksi dengan tikus.

Menurut dr. Alindina, risiko tertinggi berada pada individu yang sering bersinggungan langsung dengan habitat atau kotoran tikus.

Kelompok rentan tersebut meliputi pekerja gudang yang sering terpapar area tertutup, petani dan pekerja kehutanan yang berinteraksi langsung dengan rodentia liar di lahan terbuka atau hutan, para penggemar aktivitas luar ruang, serta masyarakat di lingkungan bersanitasi buruk.

“Jika tidak ada tikusnya, kemungkinan tidak ada penularan kepada manusia. Yang berisiko terkena tentunya yang selalu berinteraksi dengan tikus," tegas dr. Alindina.

Berbeda dengan anggapan umum, penularan tidak hanya terjadi melalui gigitan. Virus masuk ke tubuh manusia terutama melalui inhalasi aerosol, yaitu menghirup partikel kecil di udara yang mengandung sisa urin, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Hingga saat ini, penularan antarmanusia masih dianggap sangat jarang terjadi.

Infeksi ini bermanifestasi dalam dua sindrom utama yang berbeda secara geografis dan gejala.

Dunia saat ini sedang menaruh perhatian terhadap penyakit Hantavirus. Siapa saja mereka yang rentan terserang virus tersebut?

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |