Wendelyn Leo Dorong Mahasiswa Menjadi Jembatan Komunikasi Indonesia-Tiongkok

6 hours ago 16

Wendelyn Leo Dorong Mahasiswa Menjadi Jembatan Komunikasi Indonesia-Tiongkok

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Praktisi komunikasi Wendelyn Leo saat hadir dalam workshop 'Beyond Translation: How Language, Communication, and Public Speaking Shape Reputation' yang diikuti mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Jumat (12/6). Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Kemampuan berbahasa Mandarin tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin global.

Generasi muda dituntut mampu menjadi penghubung yang menjembatani perbedaan perspektif, budaya komunikasi, dan cara berpikir kedua pihak di tengah meningkatnya interaksi antara Indonesia dan Tiongkok.

Pesan tersebut disampaikan praktisi komunikasi Wendelyn Leo dalam workshop 'Beyond Translation: How Language, Communication, and Public Speaking Shape Reputation' yang diikuti mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Jumat (12/6).

Wendelyn dalam pemaparannya menjelaskan tantangan terbesar dalam komunikasi lintas budaya sering kali bukan terletak pada bahasa, melainkan pada kemampuan memahami konteks, perspektif, dan ekspektasi dari pihak yang berbeda.

“Banyak orang mengira kemampuan bahasa adalah tujuan akhir. Padahal di dunia profesional, bahasa hanyalah alat. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menggunakan bahasa tersebut untuk membangun pemahaman, kepercayaan, dan hubungan antara pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda,” jelas Wendelyn.

Berbekal pengalaman sebagai jurnalis sebelum berkarier di bidang komunikasi korporat, Wendelyn mengungkapkan satu kata atau satu kalimat dapat memengaruhi citra dan reputasi seseorang maupun organisasi.

Melalui berbagai studi kasus internasional, peserta diajak memahami bagaimana strategi komunikasi dibangun mulai dari menentukan key message, memahami target audiens, membaca tren, menyusun narasi, hingga membangun hubungan dan kepercayaan dengan publik.

Menurut Wendelyn, mahasiswa bahasa Mandarin memiliki keunggulan tersendiri karena berada pada posisi yang memungkinkan mereka memahami dua lingkungan yang berbeda sekaligus.

Simak pemaparan praktisi komunikasi Wendelyn Leo dalam workshop 'Beyond Translation: How Language, Communication, and Public Speaking Shape Reputation'

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |