jatim.jpnn.com, SURABAYA - Rencana penerapan work from home (WFH) di sektor pendidikan Jawa Timur masih dalam tahap kajian.
Dinas Pendidikan Jawa Timur menegaskan pembelajaran tatap muka atau luring tetap menjadi prioritas demi menjaga kualitas pendidikan.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama kepala bidang, UPT, hingga kepala cabang dinas untuk menyerap masukan dari sekolah negeri dan swasta.
“Hampir semua kepala sekolah berharap efisiensi energi ini tidak berdampak pada pendidikan. Karena saat pandemi COVID-19, kami merasakan penurunan kualitas belajar dan peningkatan kenakalan remaja,” kata Aries di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/3).
Dia menilai pembelajaran luring tetap penting karena siswa mendapatkan pengawasan langsung dari guru selama di sekolah.
Menurut dia, apabila pembelajaran dilakukan penuh dari rumah, pengawasan terhadap siswa berpotensi berkurang, terutama bagi orang tua yang bekerja.
“Kalau satu hari penuh di rumah, pengawasannya bisa kurang. Apalagi jika orang tuanya bekerja penuh waktu,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah kepala sekolah mengusulkan alternatif jika kebijakan efisiensi energi tetap diterapkan. Salah satu usulan yakni pembelajaran daring cukup dilakukan satu hari dalam sepekan, bukan secara penuh.


















































