jpnn.com - Lebih dari 10 ribu guru dan tenaga kependidikan (tendik) di seluruh Indonesia menghadiri puncak peringatan HUT ke-80 PGRI. Mereka berbondong-bondong ke Jakarta untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Sayangnya, Presiden Prabowo tidak hadir karena mengunjungi korban banjir Sumatera dan Aceh. Ini untuk kedua kalinya Prabowo tidak hadir di acara HUT PGRI.
Mendadak para guru bersedih karena untuk ke Jakarta mereka harus mengeluarkan dana tidak sedikit. Haul PGRI yang didesain sangat meriah terasa hampa karena presiden dan Menteri Pendidikan Dasar Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti tidak hadir.
"Bapak Presiden dan Bapak Menteri lagi meninjau korban banjir bandang di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Mari doakan saudara-saudara kita agar tetap aman, selamat," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi di puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di BRItama Arena Kelapa Gading Jakarta Utara, Sabtu (29/11).
Dia menambahkan, PGRI juga telah mengumpulkan donasi untuk para korban bencana khususnya guru dan tendik di Sumbar dan Aceh.
Absennya Presiden Prabowo untuk kedua kalinya pada HUT PGRI, bisa dimaklumi Unifah. Dia yakin Presiden Prabowo tetap cinta guru dan suatu saat akan bersama-sama PGRI sebagai organisasi profesi guru tertua di Republik ini.
Dalam acara puncak ini diberikan pula penghargaan Dwija Praja Nugraha kepada gubernur, bupati, walikota yang berkomitmen tinggi dan peduli dalam peningkatan mutu guru dan pendidikan.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 PGRI tersebut, berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh pengurus PGRI dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga cabang dan ranting sejak bulan Oktober hingga akhir November. Lomba olahraga, seni, pembelajaran, guru inovatif, seminar, workshop, dan webinar series telah dilaksanakan di berbagai daerah seluruh Indonesia.






















































