jabar.jpnn.com, DEPOK - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok mencatat sebanyak 100 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Arus pendek atau korsleting listrik masih menjadi penyebab paling dominan dalam sebagian besar peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Operasional Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Tesy Haryati, mengatakan berdasarkan rekapitulasi semester pertama 2026, terdapat 52 kejadian kebakaran pada periode Januari hingga Maret.
Sementara itu, sebanyak 48 kejadian kebakaran tercatat selama periode April hingga Juni 2026.
“Dari total 100 kejadian tersebut, sebanyak 71 kasus dipicu oleh arus listrik, sehingga masih menjadi penyebab paling dominan,” kata Tesy.
Selain gangguan pada instalasi atau arus listrik, kebakaran juga dipicu oleh kebocoran tabung gas maupun penggunaan kompor.
Damkar Kota Depok mencatat sebanyak 15 kejadian kebakaran disebabkan oleh kebocoran tabung gas atau kompor. Adapun 12 kejadian lainnya terjadi akibat kelalaian manusia.
Sementara itu, sejumlah kejadian lainnya dipicu oleh faktor berbeda dengan jumlah yang relatif kecil.



















































