jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bambang Patijaya mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan oleh Kementerian ESDM dalam mengembangkan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung.
Proyek yang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 2.131 ton sampah per hari dan potensi pembangkitan listrik sekitar 40,79 MW tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat transisi energi, mendorong ekonomi sirkular, serta mendukung percepatan penyelesaian persoalan persampahan nasional secara berkelanjutan.
Pengembangan PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari implementasi kebijakan percepatan pengolahan sampah menjadi energi yang berawal dari Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 dan kini diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan
Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Menurut Bambang, pembangunan PSEL menunjukkan bahwa pengelolaan sampah telah berkembang menjadi bagian dari infrastruktur energi nasional.
Melalui pendekatan waste-to-energy, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban lingkungan, tetapi sebagai sumber daya yang dapat menghasilkan energi, mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, menekan emisi gas rumah kaca, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Model seperti ini perlu terus dikembangkan di berbagai daerah sesuai dengan karakteristik timbulan sampah dan kebutuhan sistem ketenagalistrikan nasional.
"Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang diimplementasikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mengembangkan PSEL Legok Nangka sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi pengelolaan sampah menjadi energi," ujar Bambang dalam keterangan tertulis pada Kamis (30/7/2026).






















































