jatim.jpnn.com, MOJOKERTO - Universitas Kristen (UK) Petra menggelar International Community Outreach Program (iCOP) 2026 di Kabupaten Mojokerto. Memasuki tahun ke-30 penyelenggaraan, program kuliah kerja nyata (KKN) internasional itu melibatkan 124 mahasiswa dari Indonesia dan enam negara untuk mengembangkan potensi desa sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Mengusung tema Transforming Society, iCOP berlangsung mulai 13 Juli hingga 7 Agustus 2026 dengan melibatkan 57 mahasiswa Indonesia dan 67 mahasiswa asing yang berasal dari Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, Singapura, Belanda, dan Taiwan.
Mereka berasal dari sembilan perguruan tinggi dan ditempatkan di enam dusun di Kabupaten Mojokerto, yakni Dusun Pacet Selatan, Dusun Podorejo, Dusun Wiyu, Dusun Tlebuk, Desa Gumeng, dan Desa Dilem.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UK Petra Serli Wijaya mengatakan selama tiga dekade, iCOP telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
"iCOP memang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Program ini dirancang agar manfaatnya tidak berhenti setelah mahasiswa pulang, tetapi dapat terus dirasakan masyarakat," ujar Serli, Kamis (30/7).
Menurutnya, sejumlah program yang telah dijalankan pada tahun-tahun sebelumnya antara lain membantu branding produk UMKM, penyusunan master plan desa wisata, penyediaan instalasi air bersih, penerangan tenaga surya, hingga pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Tahun ini, fokus kegiatan diarahkan pada pengelolaan sampah, pelayanan kesehatan gigi, pemberdayaan pendidikan anak usia dini (PAUD), serta penguatan branding desa penghasil kopi.
Salah satu program yang menjadi perhatian berada di Desa Dilem, Kecamatan Gondang. Di desa tersebut, mahasiswa lintas negara membantu mengembangkan potensi kopi lokal melalui pembuatan identitas merek, desain kemasan, hingga pengelolaan media sosial.



















































