jpnn.com, GOWA - Sebanyak 150 personel Polri wilayah Polres Gowa menjalani pemeriksaan urine secara mendadak tanpa terkecuali guna memastikan aparat kepolisian mengkonsumsi maupun terindikasi terlibat peredaran narkoba atau tidak.
"Kami ingin memastikan komitmen terhadap pemberantasan narkoba benar-benar dilaksanakan, bukan hanya slogan," ujar Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman di Sungguminasa, Rabu.
Pemeriksaan urine tersebut, kata Aldy, atas dasar perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro agar seluruh jajaran melaksanakan tes urine berlaku untuk semua personel.
"Tujuannya jelas, mengetahui apakah ada oknum yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau tidak. Karena ini adalah bentuk pengawasan internal yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab," katanya.
Kapolres menyebut jumlah personel yang ikut tes urine sebanyak 150 personel, termasuk dirinya dan Wakapolres Gowa.
Pemeriksaan urine tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada anggota dengan harapan hasil pemeriksaan objektif.
“Kenapa dilakukan mendadak? supaya hasilnya valid dan tidak ada rekayasa. Kami ingin memastikan seluruh anggota benar-benar bersih. Dan Alhamdulillah, hasilnya transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi, seluruhnya negatif," tutur Aldy.
Dari hasil tes urine tersebut, menurut dia, akan menjadi motivasi dan semangat bagi jajaran Polres Gowa dalam menjaga integritas. Kendati demikian, pemberantasan narkoba tidak hanya berhenti pada pemeriksaan urine itu, tapi pengembangan dan pengawasan terus dilaksanakan.




















































