jpnn.com, JAKARTA - Perum Bulog mendapatkan angin segar terkait dukungan pembiayaan operasional dari pemerintah senilai Rp39,1 triliun
Dalam rapat terbaru bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), disepakati adanya dukungan dana tambahan melalui skema pinjaman Operator Investasi Pemerintah (OIP) berbunga rendah, sekira 2%.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan dana pinjaman tersebut digunakan untuk memperkuat penyerapan pangan nasional.
Dukungan pendanaan jumbo ini dikhususkan untuk mendukung target penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dipatok sebanyak 4 juta ton pada tahun 2026.
"Dukungan tambahan dana OIP sejumlah Rp39,1 triliun didukung oleh pemerintah. Dengan dana OIP itu dukungannya cukup rendah, yaitu bunganya 2 persen," kata Rizal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).
Ketersediaan dana pinjaman berbunga rendah tersebut dinilai menjadi solusi atas isu margin tipis yang selama ini dihadapi Bulog.
Selain dukungan dana tambahan tersebut, kabar baik lainnya bagi Bulog, yakni adanya kenaikan margin fee yang disetujui pemerintah yakni 7 persen.
Rizal berharap kenaikan margin tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan secara signifikan.






















































