jpnn.com, JAKARTA - Memasuki Ramadan, aktivitas belanja online di Indonesia tumbuh signifikan.
Data industri menunjukkan jumlah transaksi e-commerce meningkat lebih dari 76%, dan jumlah konsumen naik tajam dibandingkan bulan biasa, mencerminkan peluang besar bagi pelaku usaha khususnya UMKM di platform e-commerce, seperti Tokopedia dan TikTok Shop.
Tahun lalu, nilai transaksi Tokopedia dan TikTok Shop saat momen sahur melonjak lebih dari 10 kali lipat berkat kampanye Ramadan Ekstra Seru. Jumlah pesanan penjual pun naik rata-rata dua kali lipat.
Selain itu, sejumlah produk paling laris di TikTok Shop by Tokopedia melalui LIVE streaming di TikTok, antara lain baju muslim wanita, parfum, skincare, make up, serta hampers Ramadan.
“Didukung kekuatan penemuan berupa konten yang autentik, rekomendasi terpersonalisasi, dan komunitas yang kuat, Tokopedia dan TikTok Shop terus mendorong pertumbuhan penjual terutama di momen besar seperti Ramadan. Sejalan dengan semangat #JualanNyaman, kami menghadirkan berbagai dukungan mulai dari peningkatan visibilitas, promosi, hingga solusi berbasis ekosistem agar penjual, khususnya UMKM dapat berjualan dengan lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan,” kata Executive Director Tokopedia & TikTok E-commerce Indonesia Stephanie Susilo.
Tingginya antusiasme belanja masyarakat selama Ramadan menuntut pelaku usaha termasuk UMKM untuk tidak hanya hadir, tetapi juga matang secara strategi.
Agar mampu bersaing dan memaksimalkan potensi penjualan selama Ramadan 2026, berikut lima langkah jitu yang dapat diterapkan UMKM di Tokopedia dan TikTok Shop:
1. Siapkan stok dengan perencanaan strategis






















































