jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kasus pengeroyokan terhadap AM (16) siswa berkebutuhan khusus di SMK swasta di kawasan Wonokromo, Surabaya kini sedang diselidiki polisi.
Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dengan memintai keterangan sejumlah pihak.
“Masih penyelidikan. Kemarin kami minta keterangan pelapor dan kepala sekolah. Rabu (18/2) rencananya minta keterangan korban, itu pun melihat kondisi korban memungkinkan atau tidak karena masih dirawat di rumah sakit,” kata Melatisari, Selasa (17/2).
Sebelumnya, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah pada Selasa (10/2).
Korban berinisial AM siswa laki-laki berusia 16 tahun asal Jalan Dinoyo, Tegalsari, Surabaya diduga dikeroyok lima siswa lain di sekolahnya SMK swasta.
Bibi korban, Dewi mengungkapkan insiden bermula saat AM tertidur di kelas ketika mengikuti pelajaran agama. AM kemudian dibangunkan oleh guru dan diminta mencuci muka di kamar mandi.
"Saat di kamar mandi setelah cuci muka, korban bertemu dengan RN. Dia dihadang saat mau kembali ke kelas oleh RN," kata Dewi, Minggu (15/2).
AM kemudian memilih jalan lain untuk menghindari RN. Namun, setibanya di kelas korban kembali mendapat provokasi dari beberapa siswa lain.

















































