jpnn.com, BENGKALIS - Guru Besar IPB University sekaligus pakar forensik kebakaran hutan, Prof. Bambang Hero Suharjo, menegaskan bahwa upaya penanaman pohon melalui program Green Policing dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk menekan dampak fenomena El Nino.
Hal tersebut disampaikan Bambang saat meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Jumat (3/4/2026).
Menurut Bambang, pengendalian karhutla sejatinya terdiri dari tiga tahapan utama, yakni pencegahan, pemadaman, dan penanganan pascakebakaran.
Namun, kunci utama terletak pada pencegahan sejak dini.
“Paling penting adalah pencegahan. Begitu terdeteksi ada potensi kebakaran, harus segera ditangani agar api tidak membesar. Kalau dibiarkan, api akan semakin meluas dan sulit dikendalikan,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya sistem early warning atau peringatan dini yang terintegrasi, termasuk pemanfaatan dashboard pemantauan hotspot yang telah dimiliki Pemerintah Provinsi Riau, serta kolaborasi dengan Manggala Agni dan seluruh stakeholder terkait.
Selain itu, Bambang menyoroti pentingnya keseimbangan antara emisi gas rumah kaca dan upaya penyerapan karbon melalui penanaman pohon.
Dalam konteks ini, program Green Policing yang digagas Polda Riau dinilai sejalan dengan upaya penurunan emisi atau Nationally Determined Contributions (NDC).




















































