jatim.jpnn.com, SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari persoalan geopolitik, keamanan, hingga tantangan ekonomi internasional.
Hal itu disampaikan AHY saat menghadiri kegiatan di Akademi Angkatan Laut dan bertemu dengan para taruna dan taruni.
AHY menyampaikan apresiasi kepada Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Sigit Santoso beserta jajaran atas komitmen dalam mencetak calon pemimpin TNI AL masa depan.
“Melihat dunia yang kompleks penuh dengan gejolak dan ketidakpastian, semua pasti punya pengaruh. Indonesia memiliki banyak peluang, termasuk bonus demografi, tetapi kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan, termasuk SDM TNI Angkatan Laut,” kata AHY, Rabu (24/6).
Menurutnya, sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia membutuhkan kekuatan pertahanan laut yang memiliki kemampuan deterrence untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah, baik pada masa damai maupun menghadapi konflik.
Selain memperkuat SDM, AHY menilai kemajuan teknologi harus diikuti melalui pengembangan doktrin, sistem pendidikan, latihan, serta dukungan infrastruktur pertahanan yang memadai.
“Bicara kekuatan maritim tidak bisa dilepaskan dari pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, industri galangan kapal, jalur laut, hingga pengembangan ekonomi biru yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Dia berpesan agar para taruna AAL dipersiapkan menjadi prajurit yang tangguh, pemimpin, pemikir strategis, sekaligus diplomat yang mampu membawa nama Indonesia di tingkat internasional.

















































