Akademisi Hingga Peneliti Minta Menhan Sjafire Fokus Urus Pertahanan, Jangan Meluas di Luar Mandat Utama

6 hours ago 12

Akademisi Hingga Peneliti Minta Menhan Sjafire Fokus Urus Pertahanan, Jangan Meluas di Luar Mandat Utama

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pakar hubungan Internasional Prof. Connie Rahakundini Bakrie (kiri) bersama para narasumber lainnya saat diskusi publik digelar Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Youth Congress di Jakarta Timur, Rabu, 11 Maret 2026. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah akademisi dan peneliti menilai Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin perlu menjaga agar tetap fokus pada mandat utama pengelolaan pertahanan negara.

Hal itu disampaikan Prof. Heru Susetyo (Guru Besar Bidang Hukum dan Kesejahteraan Sosial, Hukum Hak Asasi Manusia & Hukum Humaniter Internasional, Fakultas Hukum Universitas Indonesia), Dr. Robi Nurhadi, M.Si (Dosen Hubungan Internasional dan Politik Luar Negeri dari Universitas Nasional), Peneliti kebijakan publik dan good governance, Gian Kasogi dan Pakar Hubungan Internasional Prof. Connie Rahakundini Bakrie saat diskusi publik yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Youth Congress di Jakarta Timur, Rabu, 11 Maret 2026.

Untuk diketahui, forum ini membahas arah politik pertahanan Indonesia di tengah memanasnya geopolitik global sekaligus menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguatan sektor keamanan, supremasi sipil, dan tata kelola pemerintahan yang demokratis.

Dalam kesempatan itu, mereka mengingatkan agar kementerian pertahanan tidak terlalu jauh masuk ke wilayah kebijakan yang berada di luar tugas pokok dan fungsi pertahanan.

Terlebih dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tengah membangun desain keamanan nasional di tengah situasi geopolitik global yang makin tidak stabil.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof. Heru Susetyo menilai penguatan sektor pertahanan harus tetap berada dalam kerangka negara demokrasi yang menempatkan kontrol sipil sebagai prinsip utama.

Menurut dia, desain keamanan nasional tidak boleh hanya dimaknai sebagai penguatan institusi militer semata.

“Pertahanan negara yang kuat bukan hanya soal memperkuat TNI atau aparat keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat sipil tetap menjadi pilar utama dalam sistem demokrasi,” ujarnya.

Sejumlah akademisi dan peneliti menilai Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin perlu menjaga agar tetap fokus pada mandat utama pengelolaan pertahanan negara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |