jpnn.com, TANGERANG - ALVAboard menjalin kerja sama strategis dengan Rekosistem untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui kampanye penyetoran sampah kemasan.
Kolaborasi ini merupakan respons atas meningkatnya volume limbah kemasan seiring pertumbuhan pesat sektor logistik dan e-commerce di Indonesia.
Lonjakan aktivitas distribusi dan konsumsi mendorong peningkatan penggunaan material kemasan seperti kardus dan plastik pelindung.
Tanpa pengelolaan yang terintegrasi, limbah tersebut berpotensi menambah beban tempat pembuangan akhir (TPA) serta memperpanjang dampak pencemaran lingkungan.
Sebagai produsen solusi kemasan berbasis corrugated plastic, ALVAboard menilai tanggung jawab perusahaan tidak berhenti pada tahap produksi dan distribusi.
Melalui kemitraan ini, sampah kemasan ALVAboard dari proses produksi maupun distribusi dapat disetorkan, dipilah, dicatat, dan diproses melalui sistem Rekosistem untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.
CEO ALVAboard Alden Lukman mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah konkret membangun sistem ekonomi sirkular di sektor kemasan.
“Melalui penyetoran dan pengelolaan yang terintegrasi, kami ingin memastikan material tidak berhenti sebagai limbah, tetapi kembali dimanfaatkan dalam siklus produksi,” ujar Alden, dalam keterangannya, Rabu (25/2).




















































