jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Angin kencang terjadi pada Jumat (21/11) sekitar pukul 12.30 WIB saat hujan mulai turun. Hembusan angin yang meningkat mendadak membuat genteng, asbes, hingga seng di sejumlah rumah warga beterbangan.
Menurut Heru (35), salah satu warga terdampak, kejadian berlangsung sangat cepat.
“Awalnya cuma hujan biasa, tetapi tiba-tiba anginnya makin kencang. Banyak atap rumah rontok. Atap rumah saya dari asbes juga ambrol,” katanya.
Sekretaris Desa Plosokandang, M Azim Jaya menyampaikan kerusakan tersebar di dua dusun dengan kategori ringan hingga sedang. Pemdes telah menyalurkan bantuan genteng, sementara warga bergotong royong memperbaiki atap rumah secara bertahap.
“Kami tetap memantau kondisi warga terdampak. Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi,” ujarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mempercepat penanganan darurat pascaangin kencang yang merusak 82 rumah di Dusun Manggisan dan Kudusan, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru.
“Sejumlah bantuan logistik mulai terpal hingga sembako telah disalurkan kepada warga terdampak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson Nadeak, Jumat malam.
Dia menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendistribusikan 60 terpal darurat untuk menutup atap rumah yang rusak akibat terpaan angin. Selain itu, tim BPBD bersama aparat desa dan warga menggelar kerja bakti membersihkan puing dan memperkuat atap-atap yang masih rapuh.



















































