jpnn.com, JAKARTA - Produksi gabah kering Subang mencapai sejuta ton, naik dari 900 ribu ton pada tahun sebelumnya.
Angka itu meningkat di tengah upaya pemerintah mencapai swasembada beras.
Kampung Cikaret yang berada di Desa Pasanggrahan, Kabupaten Subang, adalah salah satu daerah yang sebagian warganya bekerja mengelola area persawahan atau sebagai petani.
Ketua Karang Taruna Kampung Cikaret, Sholeh, mengutarakan keberadaan pabrik AQUA di Subang ikut melakukan pendampingan terhadap kelompok tani mandiri. “Jadi, selain membantu ketersediaan air bersih, AQUA melalui program CSR-nya juga ikut mendampingi kelompok tani masyarakat yang tinggal di Kampung Cikaret ini,” ujar Sholeh dikutip, Jumat (28/11).
Ketua RW Kampung Cikaret, Asde Majid menyampaikan sebagian air yang ditampung di bak penampungan air bersih yang dibangun AQUA di Kampung Cikaret ini juga bisa digunakan untuk mengairi sebanyak empat hektare sawah warga.
Selain itu, AQUA juga mendorong penggunaan program pupuk organik dari AQUA.
“Saya juga menggunakan pupuk organik setidaknya bisa mengurangi biaya pembelian pupuk anorganik seperti urea yang harganya lumayan mahal. Dulu sebelum ada pendampingan dari AQUA ini, saya memakai pupuk urea ini sebanyak tujuh kuintal. Tetapi, sekarang hanya empat kuintal saja,” katanya.
Dia menyampaikan saat ini warga tani di Kampung Cikaret ini sudah menggunakan 50 persen pupuk organik untuk persawahannya.





















































