jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons situasi keamanan di Iran pasca-serangan udara bersenjata yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
Pemerintah mengimbau seluruh WNI di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap menjalin komunikasi dengan KBRI Tehran.
Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan KBRI Tehran memfokuskan komunikasi intensif dengan WNI di Iran.
Pihaknya juga telah menerbitkan edaran terbaru yang memuat saran dan langkah konkret yang dapat ditempuh guna memastikan keselamatan dan keamanan mereka.
“KBRI Tehran fokus pada komunikasi intensif dengan WNI di Iran. Kami akan terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI,” kata Yvonne melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Dia juga menyampaikan bahwa dalam keadaan darurat, WNI dapat segera menghubungi hotline KBRI Tehran melalui +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.
Sebelumnya, pada Sabtu (28/2), media melaporkan Israel dan AS telah melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan itu menjadi serangan kedua oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.
Trump menyatakan bahwa pasukan AS meluncurkan operasi militer berskala besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.




















































