bali.jpnn.com, GILIMANUK - Peningkatan trafik kendaraan baik dari sisi Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, maupun Ketapang, Banyuwangi, ternyata ada penyebabnya.
Kondisi ini terjadi salah satunya karena adanya proyek peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dari sebelumnya 30 menjadi 50 ton.
Langkah ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat serta
kelancaran distribusi logistik antarpulau.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa kesetaraan kapasitas infrastruktur di kedua sisi pelabuhan sangat krusial untuk menciptakan fleksibilitas operasional.
"Peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk adalah bentuk investasi jangka panjang kami.
Dengan infrastruktur yang makin memadai, kami ingin mempercepat pelayanan kendaraan dan mendukung arus logistik Jawa–Bali," kata Heru Widodo dilansir dari laman ASDP.
Menurut Heru Widodo, pengembangan Dermaga 2 Gilimanuk dilakukan secara terintegrasi dengan pengembangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Di Pelabuhan Ketapang, ASDP sedang meningkatkan Dermaga Ponton menjadi Moveable Bridge (MB) permanen berkapasitas 50 ton.



















































