kalsel.jpnn.com, PALANGKA RAYA - Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memperkuat langkah antisipasi gangguan kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan ruang oksigen di sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan bahwa fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penurunan kualitas udara dan peningkatan gangguan pernapasan masyarakat akibat kabut asap.
"Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di sebelas puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik," katanya.
Ruang oksigen tersebut disiapkan di Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Rakumpit, dan Tangkiling serta fasilitas kesehatan lainnya yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya.
Riduan mengatakan keberadaan ruang oksigen tersebut diharapkan dapat memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, khususnya saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla.
Selain menyiapkan ruang oksigen, Dinkes juga mengoptimalkan peran puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
"Kalau masyarakat mengalami batuk, pilek atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kami mengimbau agar segera datang ke fasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah," ujarnya.
Dia mengatakan Dinkes Kota Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kasus ISPA sebagai salah satu gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.



















































