jpnn.com, JAKARTA - AXEAN Festival, platform konferensi dan showcase musik terbesar se-Asia Tenggara, akan kembali digelar tahun ini.
Bali kembali dipilih menjadi rumah pagelaran dan melting pot bagi seluruh pelaku industri musik sedunia.
Festival yang kini memasuki edisi keenam ini akan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 29-30 Agustus 2026 dan bertempat di Jimbaran Hub, Bali.
AXEAN Festival 2026 telah berkembang menjadi platform pertemuan penting bagi para pelaku industri musik Indonesia, bahkan dunia. Ada banyak sekali aktivasi yang dapat dilakukan oleh para pelaku industri musik, seperti membuka jejaring dengan banyak lapisan industri musik.
Ruang ini menjadi terbuka untuk semua, mulai dari kurator festival, A&R label, jurnalis musik, publisis, hingga tentunya sang artis yang juga akan tampil memperkenalkan karya masing-masing.
Co-founder sekaligus Head of Operations AXEAN Festival, Satria Ramadhan mengatakan, festival ini dapat menjadi ajang bagi para musisi lokal untuk memperluas relasi dengan para pelaku industri musik global.
"Banyak contoh alumni AXEAN Festival yang kini sukses secara global," kata Satria Ramadhan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (24/6).
Gelombang pertama lineup AXEAN Festival 2026 menempatkan Indonesia sebagai salah satu sorotan utama. Sejumlah nama dari berbagai spektrum musik dipastikan tampil, mulai dari penyanyi-penulis lagu Ndarboy Genk, kuartet eksperimental Basajan, band asal Yogyakarta LOR, trio Babon, band alternative rock Satu Per Empat, singer-songwriter Jo Soegono, trio jazz rock Emptyyy, hingga penyanyi R&B dan soul Noni.





















































