Banjir Demak, 2.839 Warga Mengungsi di 14 Titik

3 hours ago 12

Sabtu, 04 April 2026 – 15:07 WIB

Banjir Demak, 2.839 Warga Mengungsi di 14 Titik - JPNN.com Jateng

Tim BPBD Demak bersama relawan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir akibat meluapnya dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang, Jumat (3/4/2026). ANTARA/HO-BPBD Demak

jateng.jpnn.com, DEMAK - Banjir akibat luapan dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Demak terus berdampak luas. Sebanyak 2.839 warga dari sembilan desa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Demak (BPBD) mencatat para pengungsi tersebar di 14 lokasi, mulai dari balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Demak Agus Sukiyono mengatakan pihaknya bersama relawan terus melakukan penanganan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

“Logistik, layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara terus kami siapkan,” ujarnya, Sabtu (4/4).

Berdasarkan pendataan, terdapat enam titik tanggul jebol di sepanjang Sungai Tuntang. Rinciannya, tiga titik berada di Desa Trimulyo dengan panjang kerusakan sekitar 30 meter dan 10 meter, serta tiga titik lainnya di Desa Sidoharjo dengan panjang sekitar 15 meter.

Peristiwa jebolnya tanggul terjadi sejak Jumat (3/4) pagi, dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.

Sejumlah desa terdampak banjir tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo di Kecamatan Guntur. Selain itu, Desa Ploso (Karangtengah), Lempuyang (Wonosalam), serta Sarimulyo dan Solorire (Kebonagung) juga ikut terdampak.

Ketinggian air bervariasi, bahkan di beberapa titik mencapai 100 hingga 140 sentimeter.

Banjir akibat luapan dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Demak terus berdampak luas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |