jpnn.com - GROBOGAN - Banjir melanda 12 desa di empat kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Operator Pusdalops BPBD Grobogan Muhaimin mengatakan bahwa banjir terjadi pada Kamis (2/4), sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan turun pada pukul 15.00–16.30 WIB, yang mengakibatkan debit air sejumlah sungai meningkat dan meluap hingga menggenangi permukiman warga serta jalan desa.
Muhaimin menjelaskan bahwa di Kecamatan Kedungjati, banjir terjadi akibat luapan Sungai Tuntang yang merendam sejumlah wilayah dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 50 sentimeter.
Sejumlah desa terdampak di kecamatan tersebut meliputi Desa Ngombak, Kedungjati, Wates, Karanglangu, Kalimaro, Jumo, Padas, dan Deras.
Air menggenangi beberapa rumah warga serta akses jalan desa di sejumlah dusun, seperti Dusun Kranggeneng, Morosempol, Dawung, dan Tonjong.
Adapun di Kecamatan Tanggungharjo, banjir terjadi di Desa Sugihmanik akibat luapan Sungai Kliteh.
Air setinggi 10 hingga 60 sentimeter merendam sejumlah permukiman warga di Dusun Randusari, Rejosari, dan Gedangan.
"Genangan juga sempat terjadi di Jalan Raya Gubug-Kedungjati tepatnya di atas Jembatan Kaliceret di Dusun Kaliceter, Desa Mrisi. Jalan sepanjang sekitar 50 meter tergenang dengan ketinggian air 20 hingga 40 sentimeter sehingga sempat menghambat arus lalu lintas," kata Muhaimin di Grobogan, Kamis (2/4).




















































