Banjir Merendam Lahan Pertanian 2 Desa di Parimo

5 hours ago 18

Banjir Merendam Lahan Pertanian 2 Desa di Parimo

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi banjir: Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - PALU - Banjir merendam lahan pertanian pada dua desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng melaporkan banjir terjadi akibat hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat.

“Banjir disebabkan karena hujan lebat yang cukup lama sehingga meningkatkan debit air Sungai Toribulu hingga meluap dan menggenangi area persawahan serta lahan pertanian masyarakat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto dalam laporannya di Palu, Minggu (7/6).

Dia menjelaskan bahwa wilayah terdampak meliputi Dusun VII, Desa Toribulu, dan Dusun V, Desa Sienjo.

Dari hasil pendataan sementara, sekitar lima hektare persawahan dan lahan pertanian di Desa Toribulu terdampak banjir.

Adapun di Desa Sienjo, banjir merendam sekitar tiga hektare area persawahan warga.

Asbudianto menjelaskan hingga saat ini data terkait jumlah pengungsi maupun korban jiwa, warga dan rumah terdampak, serta kebutuhan mendesak masih dalam proses pendataan petugas di lapangan.

BPBD Sulteng berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong untuk melakukan penanganan awal, serta pendataan dampak yang ditimbulkan. Menurut Asbudianto, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, pemantauan kondisi lapangan guna memastikan perkembangan situasi terkini. “BPBD Kabupaten Parigi Moutong sedang melakukan pemantauan dan pengumpulan data dampak kejadian,” ujarnya.

Selain itu, banjir masih menggenangi lahan pertanian warga di kedua desa tersebut. Meski demikian, BPBD terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi dampak lanjutan yang mungkin terjadi. (antara/jpnn)

Banjir merendam lahan pertanian pada dua desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |