jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah berkurangnya pasokan hasil panen yang mulai memasuki musim kemarau.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama adalah beras, mengingat permintaannya yang tinggi di masyarakat. Perum Bulog bersama pemerintah menjalankan sejumlah program untuk menjaga pasokan dan harga pangan tetap terkendali.
Salah satunya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras yang hingga saat ini terus digelontorkan ke pasar.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu, mengatakan realisasi penyaluran beras SPHP di Jawa Timur telah mencapai 65.648 ton atau sekitar 66 persen dari target 98.767 ton.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai wilayah dengan realisasi penyaluran SPHP tertinggi kedua secara nasional.
“Program ini diharapkan mampu menjaga harga beras medium tetap stabil dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.500 per kilogram,” kata Langgeng.
Dia menjelaskan harga beras SPHP yang keluar dari gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp11.000 per kilogram. Sementara harga jual kepada konsumen dibatasi maksimal Rp12.500 per kilogram.
Selain SPHP, pemerintah juga tengah menyalurkan program Bantuan Pangan kepada masyarakat. Di Jawa Timur, sebanyak 5.638.478 Penerima Bantuan Pangan (PBP) menjadi sasaran program tersebut.


















































