jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Hidangan khas Lebaran seperti opor ayam dan rendang yang kaya akan santan sering kali tersisa dalam jumlah banyak. Meski lezat, penanganan yang salah saat menyimpan dan memanaskan kembali makanan tersebut dapat memicu risiko kesehatan yang serius.
Dietisien dari Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung Yesi Herawati mengatakan masakan bersantan sebenarnya masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran. Namun, syarat utamanya adalah disimpan dengan benar dan dipanaskan dengan teknik yang tepat.
Yesi menekankan pentingnya memastikan suhu panas terdistribusi merata hingga ke bagian dalam makanan, bukan sekadar di permukaan.
Ia memberikan panduan durasi pemanasan berdasarkan tingkat suhu, yaitu suhu 70°C selama minimal dua menit, suhu 75°C selama 30 detik, suhu 80°C selama 6 detik.
"Untuk masakan berkuah, sebaiknya direbus kembali hingga mendidih. Sedangkan untuk makanan tanpa kuah, bisa dihangatkan dengan cara ditumis, dikukus, atau menggunakan perangkat seperti microwave dan air fryer," ujar Yesi kepada ANTARA, Selasa (24/3).
Risiko Pemanasan Berulang
Masyarakat diingatkan untuk tidak memanaskan makanan secara berkali-kali. Selain merusak tekstur, rasa, dan kandungan gizi, proses pemanasan berulang pada santan dapat menghasilkan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya bagi tubuh.
Selain itu, suhu yang tidak tepat saat pemanasan dapat memicu pertumbuhan bakteri.
"Bakteri berkembang sangat cepat pada rentang suhu 4 hingga 60 derajat Celsius," tambahnya.


















































