jpnn.com - JAKARTA - Belasan hektare sawah di Kelurahan Rorotan dan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir yang menyebabkan tanaman padi rusak. Para petani terancam gagal panen.
Salah satu petani, Narsih mengatakan banjir setinggi 60 sentimeter (cm) hingga satu meter lebih telah merendam sawah
"Ya, begini, banjir. Ini sebrgini (menunjukkan ukuran banjir setinggi dada). Kelelep sawah terendam soalnya, satu meter lebih," kata Narsih di Jakarta Utara, Rabu (28/1).
Menurut dia, banjir tersebut membuat proses pengambilan padi jauh lebih sulit dibandingkan saat cuaca cerah atau musim kemarau. Sebab, katanya, petani harus masuk ke dalam air untuk mengambil padi yang siap panen.
"Sulit sekali. Enakan lagi kering. Kalau sekarang banjir begini, ambil padinya harus masuk dahulu ke dalam air," ujar Narsih.
Dia menambahkan sebagian besar padi mengalami kerusakan akibat terendam air dalam waktu lama, dan ini berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi petani.
"Rusak. Keadaan petani sekarang lagi anjlok," ucap Narsih.
Dia menyebutkan hujan deras yang turun selama beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama banjir.





















































