jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Bank Indonesia (BI) memiliki peluang untuk mendorong nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 15.000 per USD.
Purbaya menjelaskan peluang penguatan rupiah dapat dilakukan melalui perbaikan fundamental ekonomi yang lebih cepat agar pertumbuhan dapat mencetak angka yang lebih tinggi.
"Menurut saya, kalau rupiah bergerak ke sekitar Rp 15.000 per USD, itu tidak terlalu sulit. Saya tidak bisa berbicara mewakili bank sentral, tapi kalau saya di posisi mereka, level itu bukan sesuatu yang sulit dicapai," kata Purbaya dikutip Rabu (4/1)
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kata dia, akan membuat masyarakat makin sejahtera, sehingga pada akhirnya modal asing akan mengalir dengan sendirinya.
Investor asing, lanjutnya, ingin mengambil porsi keuntungan dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketika modal asing langsung (foreign direct investment/FDI) masuk, rupiah akan bergerak menguat.
"Ketika orang melihat saya bekerja serius memperbaiki kondisi ekonomi, dan ketika mereka mulai melihat ekonomi benar-benar membaik, modal akan masuk dan rupiah akan menguat hampir secara otomatis," ujar Purbaya.
Purbaya menambahkan nilai tukar rupiah saat ini tidak mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia.





















































