jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengaku prihatin terjadi bencana banjir dan longsor di beberapa provinsi Sumatera bagian utara pada akhir November 2025.
Menurut Huda, bencana tersebut menunjukkan Indonesia masih gagal mengantisipasi kasus hidrometeorologis dalam skala menengah dan besar yang setiap tahun terjadi.
"Ini tentu menjadi catatan bagaimana kita seharusnya menyiapkan skenario penanggulangan bencana yang lebih komprehensif, terutama sistem peringatan dini (early warning) dari BMKG," kata Huda melalui keterangan persnya, Jumat (28/11).
Dia mendorong dilakukan investigasi dari bencana di Sumatera bagian utara.
Sebab, peristiwa bisa terjadi akibat masalah ekologis atau murni cuaca esktrim.
"Ini penting agar ke depan bisa dijadikan pelajaran untuk mengantisipasi dan meminimalkan potensi bencana besar di kemudian hari," kata Huda.
Terlepas dari itu, dia mendesak pemerintah meningkatkan status bencana di Sumatera bagian utara sebagai Bencana Nasional.
Huda beranggapan lima indikator penetapan Bencana Nasional sudah terjadi dari peristiwa di Sumatera bagian utara.






















































