Bila Perang AS-Israel vs Iran Meluas, Indonesia Diminta Menarik Diri dari Board of Peace

5 hours ago 14

Bila Perang AS-Israel vs Iran Meluas, Indonesia Diminta Menarik Diri dari Board of Peace

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Dr. Darmansjah Djumala. Foto: dokumentasi BPIP

jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Dr. Darmansjah Djumala mengingatkan partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace).

BoP, menurut Djumala, bertujuan mendorong perdamaian di Gaza dan kemerdekaan Palestina melalui formula two-state solution.

Dia merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan para mantan Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri pada 4 Februari 2026.

Saat itu, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia dapat mempertimbangkan keluar dari Dewan Perdamaian apabila forum tersebut tidak berjalan sesuai dengan misi Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian di Gaza dan kemerdekaan Palestina.

Menurut Djumala, perkembangan terakhir menunjukkan gejala bahwa perang AS-Israel vs Iran berpotensi meluas dan memicu solidaritas perlawanan di berbagai negara Timur Tengah, baik yang bersekutu dengan Amerika Serikat maupun Iran.

Situasi tersebut, lanjut Djumala, dapat makin menjauhkan prospek perdamaian di Gaza.

“Apabila reperkusi perang Israel–Palestina meluas ke negara-negara lain sehingga menyulitkan proses perdamaian dalam Dewan Perdamaian, Indonesia perlu secara cermat mengevaluasi keterlibatannya,” ucap Djumala dalam keterangannya, pada Senin (2/3).

Dia menegaskan politik luar negeri Indonesia yang berlandaskan prinsip bebas aktif, penolakan terhadap agresi, serta komitmen terhadap perdamaian dunia mengharuskan setiap partisipasi Indonesia di lembaga internasional memberikan kontribusi nyata bagi de-eskalasi konflik.

Djumala menilai apabila BoP tidak lagi efektif sebagai instrumen perdamaian, opsi untuk mempertimbangkan penarikan diri patut dikaji secara serius

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |