Bolehkah Anak Kena Campak Mandi? Ini Penjelasan Dokter July

2 hours ago 29

Sabtu, 25 April 2026 – 07:30 WIB

Bolehkah Anak Kena Campak Mandi? Ini Penjelasan Dokter July - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Kasus campak. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Di tengah meningkatnya kasus campak di beberapa wilayah Indonesia, ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa anak penderita campak atau cacar tidak boleh mandi. Mitos ini seringkali membuat orang tua ragu untuk menjaga kebersihan buah hatinya saat sedang sakit.

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja memberikan klarifikasi tegas. Menurutnya, anggapan bahwa pasien campak tidak boleh mandi adalah hoaks.

Banyak orang tua khawatir mandi akan memperparah ruam atau membuat anak semakin sakit. Padahal, menurut dr. July, menjaga kebersihan kulit sangat krusial selama masa infeksi virus untuk menghindari komplikasi lain pada kulit.

"??????Pasien anak yang terkena campak dan cacar tidak boleh mandi, itu sebenarnya adalah hoaks. Sebenarnya kenapa tidak boleh mandi, itu kalau anak misalnya keadaannya sedang demam," kata dokter lulusan Universitas Padjajaran itu pada Jumat (24/4).

Jika anak tidak mandi, kata dia, hal itu justru akan kotoran, keringat, dan sisa salep di tubuh anak.

Penumpukan kotoran yang tidak dibersihkan berisiko menimbulkan infeksi bakteri tambahan yang bisa menyebabkan luka atau koreng permanen.

Kulit yang bersih membantu proses pemulihan terasa lebih nyaman dan mengurangi rasa gatal yang berlebihan.

"Justru harus mandi. Kalau enggak mandi, kulit menjadi kotor. Mungkin ada sisa salep, kalau tidak dibersihkan bisa jadi koreng," ujar dr. July.

Anak yang terserang penyakit campak dilarang mandi? Apakah itu fakta atau mitor? Begini kata dokter spesialis kulit.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |