jateng.jpnn.com, SEMARANG - Tongkat estafet kepemimpinan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) akan segera berganti. Rangkaian pemilihan rektor 2026-2030 kampus milik PGRI itu sedang berlangsung.
Ada sejumlah persyaratan bagi bakal calon rektor, yakni dosen dengan jabatan minimal lektor kepala, memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya empat tahun, serta berusia maksimal 61 tahun.
Nantinya Rektor UPGRIS terpilih akan dilantik pada 30 Mei 2026 mendatang.
Rektor UPGRIS Sri Suciati menyebut bahwa suksesi kepemimpinan merupakan bagian alami dari dinamika perguruan tinggi. Dia memandang kampus bukan sekadar institusi fisik atau kurikulum, melainkan organisme hidup yang terus berkembang.
“Perguruan tinggi ini adalah organisme hidup yang akan terus bertumbuh. Dalam perjalanan itu, pergantian kepemimpinan adalah keniscayaan,” ujarnya dalam sosialisasi calon Rektor UPGRIS di GP 7 UPGRIS, Jumat (24/4).
Perempuan yang akrab disapa Suci ini menekankan proses tersebut tidak boleh dipahami hanya sebagai pergantian figur, melainkan sebagai estafet kepemimpinan yang menentukan keberlanjutan capaian institusi.
“Layaknya lari estafet, keberhasilan mencapai garis finis sangat bergantung pada bagaimana tongkat kepemimpinan diserahkan. Capaian pemimpin sebelumnya harus menjadi dasar bagi pemimpin berikutnya untuk berlari lebih cepat,” katanya.
Dia menyatakan perlunya menjaga kesinambungan prestasi yang telah diraih. Menurutnya, berbagai capaian yang ada saat ini harus menjadi landasan bagi kepemimpinan selanjutnya untuk melompat lebih tinggi.












.jpeg)




































