jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga seorang nahdiyin Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku prihatin melihat terjadinya konflik di kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Kami prihatin, ya, ada peristiwa semacam ini," kata Cak Imin menjawab awak media di Jakarta, Sabtu (29/11).
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) mengatakan setiap nahdiyin pasti merasa masygul menyaksikan konflik internal di PBNU.
"Kami prihatin dan saya yakin warga NU semuanya merasa sedih. Warga NU merasa, kok, begini," ujarnya.
Cak Imin mengaku tidak tahu waktu berakhirnya konflik di internal PBNU dan meminta publik menunggu penyelesaian persoalan.
"Nanti kita tunggu saja," kata dia.
PBNU didera konflik internal setelah terbit Risalah Rapat Harian Syuriyah organisasi pada 20 November.
Risalah rapat menyatakan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya harus mundur sebagai Ketum organisasi dalam waktu tiga hari sejak risalah dibuat.






















































