jateng.jpnn.com, SEMARANG - Fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) mulai meluas di sejumlah wilayah Jawa Tengah seiring menguatnya musim kemarau. Bahkan, ada daerah yang tercatat tidak diguyur hujan selama hampir dua bulan.
"Berdasarkan pembaruan data hingga 30 Juni 2026, sebagian wilayah di provinsi tersebut sudah mengalami periode tanpa hujan dengan durasi yang bervariasi," ujar Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto, Rabu (1/7).
Dia menyebutkan HTH mulai dari kategori sangat pendek, yakni 1 hingga 5 hari tanpa hujan, hingga kategori panjang yang mencapai 21 sampai 30 hari.
Namun, kondisi yang lebih ekstrem ditemukan di sejumlah titik yang tersebar di Cilacap, Magelang, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, dan Klaten.
"Sebagian wilayah di Jawa Tengah masuk kategori sangat panjang dengan rentang 31 hingga 60 hari tanpa hujan," katanya.
Dari seluruh wilayah yang dipantau, Kecamatan Masaran di Kabupaten Sragen menjadi daerah dengan catatan HTH terpanjang.
"Hari tanpa hujan terlama terjadi di Kecamatan Masaran di Sragen, yakni selama 58 hari," ujarnya.
Meningkatnya durasi tanpa hujan membuat sejumlah daerah mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, termasuk Kota Semarang.


















































