jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Sejumlah pengemudi ojek online (Ojol) di Bandung Raya mengeluhkan perilaku penumpang yang enggan menggunakan helm saat berkendara.
Keluhan itu disampaikan langsung kepada jajaran Satuan Lalu Lintas (satlantas) dalam kegiatan penyerapan aspirasi yang digelar Korps Lalu Lintas Polri bersama komunitas Polri.
Keluhan paling banyak disampaikan terkait penumpang yang menolak memakai helm dengan berbagai alasan, mulai dari jarak perjalanan yang dekat hingga takut rambut rusak,
Dari hasil dialog, penumpang yang paling sering menolak pakai helm disebut mayoritas perempuan dan remaja.
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari program rutin kepolisian untuk bersinergi dengan pengemudi ojol di wilayah masing-masing. Kegiatan itu bertujuan menyerap aspirasi sekaligus meningkatkan keselamatan berlalu lintas bagi para pengemudi dan penumpang ojol.
"Ini kegiatan kami mengimplementasikan, menjabarkan, dan meneruskan kegiatan yang sudah dicanangkan sebelumnya. Korlantas sendiri punya program Korlantas Penyampai, dan kegiatan seperti ini rutin kami lakukan, minimal dua sampai tiga kali dalam seminggu," kata Raydian saat ditemui di Kabupaten Bandung, Rabu (11/2/2026).
Dalam dialog tersebut, para pengemudi ojol menyampaikan dilema yang kerap mereka hadapi di lapangan.
Di satu sisi, mereka wajib mematuhi aturan lalu lintas dengan mewajibkan helm bagi penumpang. Namun di sisi lain, penolakan penumpang berpotensi berujung pada penilaian buruk di aplikasi.



















































