Dana Asing Keluar, Rupiah Ambrol, USD Nyaris Tembus Rp 18.000

2 days ago 3

Dana Asing Keluar, Rupiah Ambrol, USD Nyaris Tembus Rp 18.000

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi berlanjutnya arus keluar dana asing di pasar saham. Foto/Ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi berlanjutnya arus keluar dana asing di pasar saham.

Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi (1/7) bergerak melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp 17.944 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.907 per USD.

“Investor asing mencatatkan net sell sebesar 58,20 juta dolar AS, yang mendorong IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) turun 3,05 persen ke level 5.643,” ucap Josua di Jakarta, Rabu.

Dia memperkirakan bergerak pada kisaran Rp 17.825 per USD-Rp 17.950 per USD.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi Juni 2026 dan neraca perdagangan Mei 2026.

Josua juga memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat menjadi 0,50 persen month on month (mom) atau 3,41 persen year on year (yoy) pada Juni 2026, dari 0,28 persen persen mom atau 3,08%yoy pada Mei 2026, didorong oleh semakin kuatnya pass-through kenaikan biaya input ke harga konsumen, termasuk kenaikan harga energi non-subsidi dan biaya transportasi.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan melebar menjadi 1,13 miliar dolar AS pada Mei 2026 dari 0,09 miliar dolar AS pada April 2026, didukung oleh normalisasi aktivitas impor setelah lonjakan pasca-Lebaran.

Namun demikian, tren dalam setahun terakhir masih menunjukkan penyempitan surplus neraca perdagangan secara bertahap.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi berlanjutnya arus keluar dana asing di pasar saham.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |