Dindik Jatim Larang Perpeloncoan Saat MPLS, Guru Wajib Awasi Penuh

3 days ago 14

Sabtu, 11 Juli 2026 – 11:36 WIB

Dindik Jatim Larang Perpeloncoan Saat MPLS, Guru Wajib Awasi Penuh - JPNN.com Jatim

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai. Foto:Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sebanyak 618.479 murid baru jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jawa Timur akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 secara serentak mulai Senin (13/7).

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan pelaksanaan MPLS tahun ini wajib mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

"Kebijakan Dindik Jatim dalam pelaksanaan MPLS berpedoman pada regulasi yang telah ditetapkan Kemendikdasmen guna menciptakan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, serta bebas dari perpeloncoan dan kekerasan," kata Aries, Rabu (8/7).

Pembukaan MPLS tingkat Jawa Timur akan dipusatkan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut akan diikuti sekolah-sekolah lain secara daring.

Dalam pembukaan itu, Dindik Jatim juga menggelar Deklarasi Anti Rokok dan Rokok Elektrik di Lingkungan Sekolah serta Gema Integritas Sekolah.

Aries menjelaskan regulasi terbaru mengatur pelaksanaan MPLS maksimal selama lima hari pada pekan pertama tahun ajaran baru.

Materi yang diberikan meliputi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, hingga penerapan budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.

Dia menegaskan sekolah dilarang melakukan perpeloncoan, memungut biaya kepada peserta didik baru, maupun mewajibkan penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.

Sebanyak 618.479 murid baru SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur mengikuti MPLS mulai 13 Juli. Dindik Jatim menegaskan sekolah dilarang melakukan perpeloncoan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |