bali.jpnn.com, DENPASAR - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali merancang optimalisasi penggunaan keyboard aksara Bali.
Disdikpora berusaha mengoptimalkan implementasi keyboard aksara Bali sampai SD dan SMP dengan pola pembiayaan yang dianggarkan pada masing-masing satuan pendidikan.
Kadisdikpora Ida Bagus Gde Wesnawa mengatakan optimalisasi keyboard aksara Bali untuk menjawab arahan Gubernur Bali Wayan Koster agar semakin banyak anak muda Bali memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melestarikan kearifan lokal.
Namun, Disdikpora Bali tidak memaksakan sekolah memiliki banyak unit keyboard aksara Bali.
Disdikpora Bali hanya akan lebih mendorong pemahaman pengajar terhadap penggunaan alat tersebut.
“Yang dioptimalkan nanti teknik atau pengajar yang melakukan inovasi.
Kalau setiap sekolah cuma ada tiga atau empat unit dan belajar bergilir bisa saja, karena kalau seragam semua murid harus punya ya tidak lah itu beban buat siswa,” ujar Kadisdikpora Bali IB Gde Wesnawa.
Ia berencana membentuk laboratorium bahasa Bali di sekolah-sekolah.



















































