jpnn.com, PADANG - Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol tengah melakukan uji forensik balistik dan olah tempat kejadian perkara terkait insiden peluru nyasar yang melukai dua warga sipil di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat.
"Untuk proyektil masih dalam uji forensik dan tim investigasi masih melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq di Kota Padang, Kamis.
Dalam investigasi tersebut Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga bekerja sama dengan tim dari Jakarta terutama perihal uji balistik. Saat ini, TNI masih terus bekerja dan mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan.
Kapendam tidak menampik bahwa peluru nyasar bisa saja berasal dari personel TNI yang pada saat kejadian sedang melaksanakan latihan menembak di Lapangan Tembak Lapai, Kota Padang.
"Ada kemungkinan, tetapi masih dilakukan uji forensik," katanya.
Kolonel Taufiq memastikan TNI akan bekerja secara profesional, transparan dan akuntabel dalam mengungkap kasus peluru nyasar yang mengenai dua warga sipil pada Selasa (2/6) di kawasan Rektorat Universitas Negeri Padang.
Dari hasil investigasi awal yang disampaikan pada Rabu (3/6), Kapendam mengatakan proyektil yang mengenai korban diketahui berukuran sembilan milimeter. Pada saat peristiwa itu terjadi Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang memang sedang menjalani latihan menembak.
Ia menyampaikan saat latihan prajurit tidak hanya menggunakan senjata laras panjang, tetapi juga senjata laras pendek. Namun, tim investigasi masih membutuhkan waktu untuk mengecek proses pelaksanaan latihan hingga di tempat kejadian perkara.





















































