Eks Bos Sritex Singgung Kerusuhan Mei 1998 Saat Bacakan Pleidoi, Sebut Rumah Keluarga Pernah Dibakar Massa

5 hours ago 14

Senin, 27 April 2026 – 13:40 WIB

Eks Bos Sritex Singgung Kerusuhan Mei 1998 Saat Bacakan Pleidoi, Sebut Rumah Keluarga Pernah Dibakar Massa - JPNN.com Jateng

Eks petinggi PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (20/4). Foto: Source for JPNN

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sidang kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang menjerat mantan petinggi PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex kembali bergulir di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/4).

Dalam agenda pembacaan pleidoi, eks Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto menyinggung masa kelam kerusuhan Mei 1998 yang disebut turut menghantam keluarganya.

Di hadapan majelis hakim, Iwan mengaku rumah keluarganya di Solo sempat dibakar massa saat situasi politik dan ekonomi Indonesia berada di titik genting.

“Saya memilih tidak meninggalkan Indonesia meskipun rumah keluarga kami dibakar saat kerusuhan 1998 di Solo,” ujar Iwan saat membacakan nota pembelaannya.

Menurut dia, krisis moneter dan gejolak politik pada 1998 membuat banyak perusahaan tumbang. Namun, keluarganya memilih bertahan dan berusaha menyelamatkan Sritex di tengah situasi yang kacau.

Iwan mengatakan dirinya bersama sang ayah tetap berada di garis depan perusahaan demi menjaga keberlangsungan usaha dan nasib ribuan pekerja.

“Kami mempertahankan perusahaan ini agar tetap hidup dan bisa menjadi sumber penghidupan banyak keluarga,” katanya.

Dalam pleidoi tersebut, Iwan juga menilai tragedi yang dialami keluarganya saat reformasi menjadi ujian terhadap kecintaan mereka kepada Indonesia.

Eks Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto menyinggung masa kelam kerusuhan Mei 1998 yang disebut turut menghantam keluarganya saat bacakan pleidoi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |