jpnn.com, JAKARTA - Laporan Global Gender Gap 2025 yang menyajikan tentang kesetaraan gender di suatu negara menunjukkan, posisi Indonesia kini berada di peringkat ke-97 dunia, atau naik tiga tingkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Skor kesetaraan gender Indonesia juga meningkat, dari sebelumnya 68,6% tetapi saat ini menjadi 69,2%.
Kemajuan tersebut tercermin dalam peningkatan keterwakilan perempuan di posisi kepemimpinan, di mana skor kesetaraan untuk kategori legislator, pejabat senior, dan manajer naik signifikan dari 20,5% pada 2006 menjadi 49,4% pada 2025.
"Kemajuan perempuan harus dimulai dari pemenuhan hak dasar dan diwujudkan melalui aksi nyata. Pemberdayaan perempuan terbukti meningkatkan kesehatan ibu-anak serta produktivitas ekonomi masyarakat," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa (10/3).
Arifah menegaskan kesetaraan gender adalah prinsip krusial dalam pembangunan berkelanjutan.
Artinya, perempuan dan laki-laki memiliki hak, kesempatan, akses, partisipasi, serta kontrol yang setara terhadap sumber daya dan manfaat pembangunan.
"Berbagai studi menunjukkan pemberdayaan perempuan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, Farid Nila Moeloek (FNM) Society berkolaborasi dengan Takeda menyelenggarakan Forum Perempuan bertajuk “Rights. Justice. Action. Dari Hak Menuju Aksi untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan”.






















































