Gawat, Lebih dari 300 Ribu Anak di RI Mengalami Depresi

3 hours ago 21

Gawat, Lebih dari 300 Ribu Anak di RI Mengalami Depresi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi seseorang terkena depresi (Pixabay)

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah menyatakan, jumlah anak yang mengalami gejala depresi dan kecemasan lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.

Hal itu berdasarkan evaluasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kemenkes yang telah dilakukan di tahun 2025.

“Dari 27 juta penduduk yang diperiksa kesehatan jiwanya, gejala depresi dan gejala kecemasan pada anak remaja ini lima kali lebih besar dibandingkan kelompok usia dewasa dan lansia," kata Asnawi dikutip Rabu (11/2).

Kemenkes mencatat 363.326 pelajar atau 4,8 persen mengalami gejala depresi dan 338.316 pelajar atau 4,4 persen mengalami gejala kecemasan.

Kemudian gejala depresi di usia dewasa dan lansia terjadi pada 174.579 orang atau 0,9 persen dan 153.903 orang atau 0,8 persen mengalami gejala kecemasan.

"Dengan CKG ini kami dapat melakukan deteksi lebih awal, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut agar kesehatan pelajar terjaga hingga dewasa nantinya,” katanya.

Selama ini, kata Asnawi, penanganan penyakit mental akibat stres atau depresi serta kecemasan baru terdeteksi setelah lama dan ini yang coba diubah.

Guru dapat berperan dalam melakukan deteksi awal dan menargetkan anak yang mendapatkan pemeriksaan mental.

Kemenkes menyebut jumlah anak yang mengalami gejala depresi dan kecemasan lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |