Gegara Hal Ini Renault Ogah Jual Mobil di China, Berpotensi Merugi

3 hours ago 23

Gegara Hal Ini Renault Ogah Jual Mobil di China, Berpotensi Merugi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi mobil listrik milik Renault. Foto: Renault

jpnn.com, TIONGKOK - Pabrikan mobil asal Perancis, Renault belum berminat kembali menjual mobil di pasar China dalam watu dekat.

Mereka memilih memperdalam integrasi dengan rantai pasok China untuk mendukung penjualan kendaraan di pasar global.

Hal tersebut karena kondisi pasar otomotif di negara Tirai Bambu itu saat ini diwarnai persaingan harga yang ketat dan berpotensi merugikan semua pihak.

Hal itu diungkapkan langsung oleh CEO Renault Francois Provost pada saat kunjungan ke China pada Juli 2025 lalu.

Sebelumnya, Renault menghentikan sejumlah proyek usaha patungan di China, termasuk dengan Dongfeng dan Brilliance pada 2020.

Meski demikian, Provost menegaskan China tetap memegang peranan penting dalam strategi global Renault, terutama sebagai basis rantai pasok dan pengembangan teknologi.

"Renault siap menginvestasikan dana yang memadai untuk menjaga diferensiasi produk dan mempertahankan aset merek berbasis teknologi, meski terintegrasi secara mendalam dengan ekosistem industri China," ungkap Provost seperti dikutip dari CarNewsChina.

Dia juga menyoroti ekspansi agresif perusahaan otomotif China ke pasar global yang akan meningkatkan intensitas persaingan di luar China.

Renault belum berminat kembali menjual mobil di pasar China dalam watu dekat. Simak selengkapnya di sini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |