jpnn.com - Masalah guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Paruh Waktu digaji secara tidak layak terjadi di banyak daerah. Salah satunya, di Tulungagung, Jawa Timur.
Berbagai keluhan disampaikan para guru PPPK Paruh Waktu melalui PGRI Tulungagung saat mendatangi kantor DPRD setempat, Rabu (11/2/2026).
Ratusan guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu menunggu di luar kantor DPRD Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (11/2/2026). ANTARA/HO - Soleh
Mereka mendatangi gedung wakil rakyat demi mengawal rapat dengar pendapat antara perwakilan guru dan Komisi A DPRD setempat terkait tuntutan kenaikan kesejahteraan yang layak.
Sekretaris PGRI Tulungagung Suryono menyebut para guru hadir untuk menyampaikan aspirasi karena penghasilan yang diterima dinilai belum layak.
Menurut Suryono, para guru memiliki tugas penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
"Di sisi lain kami berkewajiban menjalankan profesi guru, namun juga harus menghidupi keluarga," kata Suryono.
Status PPPK Paruh Waktu Tak Menjamin Kesejahteraan
Suryono juga menuturkan bahwa perubahan status dari guru honorer menjadi PPPK Paruh Waktu tidak berdampak pada peningkatan pendapatan mereka.






















































