jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia memproyeksikan potensi ekonomi digital nasional akan terus melesat hingga mencapai 600 miliar dolar AS.
Optimisme muncul seiring percepatan integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN serta pertumbuhan pasar digital domestik yang pesat.
Saat ini, nilai pasar digital Indonesia tercatat berada di angka 150 miliar dolar AS.
Pemerintah menargetkan angka tersebut akan terus tumbuh secara signifikan hingga diproyeksikan menembus 400 miliar dolar AS pada tahun 2030 mendatang.
Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah melakukan upaya pengembangan ekonomi digital melalui pemanfaatan kegiatan gig economy.
Program itu dijalankan melalui kerja sama intensif dengan pemerintah daerah.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pasar digital di setiap pelosok negeri agar dapat menyokong ekosistem digital nasional secara berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan peluang ini akan makin terbuka lebar dengan implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di ASEAN.






















































