jpnn.com, PEKANBARU - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau mengungkapkan hampir seluruh perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja, meski dalam jumlah bervariasi.
Kepala Disnakertrans Riau Roni Rakhmat, menyebutkan PHK terjadi di banyak perusahaan dengan skala kecil hingga sedang, namun dampak terbesar saat ini terpusat di Kabupaten Pelalawan.
“Hampir semua perusahaan di Riau itu melakukan PHK, ada yang dua sampai tiga orang. Cuma yang paling banyak itu di Pelalawan,” ujar Roni saat dikonfirmasi JPNN.com Selasa (21/4).
Ia menjelaskan, salah satu kasus menonjol terjadi di lingkungan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), di mana sekitar 300 pekerja dari kurang lebih 10 perusahaan subkontraktor berpotensi terdampak PHK.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh menurunnya aktivitas pekerjaan sehingga perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja.
“Informasi yang kami terima, ada sekitar 300 pekerja dari vendor yang berpotensi terkena PHK karena pekerjaan berkurang dan dinilai tidak lagi efektif,” jelasnya.
Meski demikian, proses PHK tidak dilakukan secara serentak, melainkan bertahap.
“Terakhir kami terima informasi ada yang 11 orang, ada yang 5 orang. Jadi dilakukan bertahap, tidak langsung seluruhnya,” ungkap Roni.




















































